Dear Hujan : Prasangka Diri
Suatu waktu, saat jemari asyik menari di atas layar ponsel, mata sibuk menjelajahi foto maupun video dari masyarakat dunia maya, pandangan terhenti oleh suatu foto yang memperlihatkan kebahagiaan sebuah keluarga baru dan pasangan baru. Seketika itu, hati mulai sendu, gelisah dan sedih bercampur menjadi satu. Bibir tak berucap namun hati bertanya dalam bisik " Tuhan, kenapa hidupku tak seindah mereka? Tuhan apa aku bisa sebahagia mereka?"
Itu manusiawi, kita memiliki hati dan perasaan. Tak apa berprasangka kepada diri sendiri, tapi berprasangkalah baik agar diri kita damai dan terhindar dari rendah diri. Namun, hindari tinggi hati. Kebahagiaan duniawi hanya sementara, kebahagiaan yang abadi ada di akhirat nanti. Sulit memang untuk menghilangkan prasangka diri apalagi cita-cita belum tercapai. Sudah bersusah payah memperbaiki diri tapi nasib baik belum menampakkan diri. Tak apa, setidaknya kita sudah berjuang. Itu sudah hebat, sekarang tinggal kita perbaiki ibadah kepada Illahi, mencari ridho-Nya. Mendekatkan diri kepada Ar-Rohman Ar-Rohim. Semangat untuk ku, untukmu, untuk kalian yang sedang berjuang memperbaiki diri.
Komentar
Posting Komentar