Dear Senja : Being Single Near 30
Menjadi wanita yang masih melajang apalagi di usia yang mendekati 30 tahun, rasanya itu nano-nano. Pertanyaan pertanyaan seperti "kapan nikah? Udah punya calon apa belum?" Sudah menjadi camilan sehari-hari. Celetukan-celetukan seperti "Sudah waktunya lho, masak kalah sama adiknya" bagaikan dengungan nyamuk dimalam hari. Ketika melihat teman, saudara, dan kolega satu persatu mengirim undangan pernikahan, memposting foto atau video pernikahannya, hadir di pernikahan mereka, dan sebagainya itu rasanya seperti ada yang mengganjal di hati. Sebenarnya aku ikut bahagia melihat mereka bahagia tapi juga sedih karena aku belum bisa seperti mereka. Aku juga ingin seperti mereka punya pasangan, menikah, punya momongan dan kehidupan rumah tangga lainnya. Aku sempat berpikir kenapa aku tidak seperti mereka yang dengan mudahnya menemukan pasangan dan menikah. Aku sempat berpikir, kenapa Tuhan tidak adil padaku. Pikiran-pikiran negatif ini membuatku frustasi dan bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri semuanya. Ya, pikiran itu juga terlintas di benakku. Namun kucoba untuk berpikir positif serta mulai mencoba bangkit dan melalui semua ini. Karena menurutku percuma jika memikirkan semua itu hanya akan merugikan diri sendiri, lagipula Tuhan itu Maha Adil, mungkin saja ini salah satu ujian dari-Nya agar aku lebih belajar untuk bersabar dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Meskipun pikiran-pikiran negatif ini masih ada, tapi hidup harus tetap berjalan. Semoga suatu hari nanti aku dipertemukan dengannya di waktu yang baik dengan kondisi yang baik dan perjalanan yang baik juga. Aamiin....
Komentar
Posting Komentar